Berita Terbaru :

Seputar Pesawat

SEPUTAR TIKET

PABRIK MESIN PESAWAT

PABRIK PESAWAT BOEING

LION AIR

Konstruksi Bandara Toraja Siap Dibangun

Selasa, 12 Maret 2013

Biaya konstruksi mencapai Rp200 miliar dari total keseluruhan pembangunan sebesar Rp500 miliar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memulai pembangunan bandara baru yang berada di Kabupaten Toraja . Pembangunan konstruksi awal yang diperkirakan menelan biaya Rp200 miliar diambil dari APBN.

“Pemenang tendernya sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Ditargetkan penyelesaian lahan secepatnya, sehingga kita bisa lanjutkan dengan pembangunan konstruksi” jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Masykur A Sulthan di Singapura.
Menurut dia, pada awalnya lahan menjadi kendala utama. Tetapi, persoalan tersebut telah ditangani oleh bupati. Pemprov tinggal cari waktu yang baik dengan warga setempat untuk memulai melakukan pengerjaannya.
Bandara baru Toraja ini dibangun di Kecamatan Mangkedek dengan total lahan seluas 225 hektare dan runway dua arah sepanjang 1.900 meter. Dengan begitu, bandara diharapkan bisa melayani pesawat berkapasitas 100 kursi.
“Total anggaran pembangunan lebih dari Rp500 miliar dengan anggaran patungan bersama pemerintah provinsi kabupaten serta pemerintah pusat. Anggaran pembangunan terminal juga terdiri dari APBN dan APBD,” jelasnya.
Kehadiran bandara baru ini akan menjadi penghubung dari seluruh daerah tujuan wisata nasional ke Tana Toraja. Selain itu, juga bisa melengkapi enam bandara perintis yang telah beroperasi yaitu di Kabupaten Selayar, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Bone yang juga akan beroperasi tahun ini serta satu bandara perintis milik swasta di Luwu Timur.
Rencana pembangunan bandara baru ini akan mempermudah akses para wisatawan domestik dan internasional, yang selama ini kesulitan untuk mencapai kawasan wisata di daerah Tana Toraja dengan perjalanan darat dari Makassar.

Sumber: Pelita Online

Pesawat Pesawat Buatan Indonesia

Sebenarnya Indonesia sudah mampu membuat pesawat secara mandiri yang di pelopori oleh BJ.Habibie tapi mungkin karena kekurangan dana jadi PT.Dirgantara tidak bisa secara maksimal dalam pembuatannya. ini dia pesawat-pesawat buatan Indonesia baik yang sudah di produksi ataupun masih berupa rancangan.

CN-235
Nah pesawat ini bukan 100% bikinan Indonesia...Tapi pesawat ini hasil joinan dari Indonesia & Spanyol...Terlihat dari kode namanya:"CN" Cassa(Spanyol) Nurtanio(Indonesia)













Dirgantara N219
Pesawat ini blom diaplikasikan ke dunia nyata, tapi struktur & desain sudah jadi...Tinggal merakit aja... 


 













Dirgantara N212 
N212 merupakan pesawat untuk pendaratan jalur pendek & sempit...Biasanya digunakan untuk pendaratan di pula terpencil...Sainganya : Britten Norman Islander

















Dirgantara N250 
Pesawat ini mendapatkan nasib yang malang...Proyek pesawat ini dihentikan karena gangguan krisis ekonomi Indonesia tahun 90an itu...Selain karena alasan krisis, N250 juga dihentikan karena adanya larangan dari pihak AS & Boeing untuk menghalangi eksistensi N250.














Dirgantara N2130 
Pesawat malang ini bernasib sama seperti N250.Hanya saja perbedaanya, pesawat ini sudah jadi struktur, desain, sistem, & operasinya, tetapi belum dirakit...Akhirnya proyek pesawat ini dibatalkan...Padahal N2130 bisa menyaingi pasaran Boeing 737, Airbus A319, Airbus A320, Boeing 757, & Sukhoi Super Jet 100...


  

Citilink Dukung Layani Penumpang Eks Batavia Air

Rabu, 06 Maret 2013

Jakarta, 7 Februari 2013 – Citilink, anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk untuk jasa penerbangan berbiaya murah (LCC), mendukung sepenuhnya himbauan Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Perhubungan Udara dengan mengakomodasi calon penumpang eks Batavia Air ke beberapa kota tujuan mulai 11 Februari 2013. Hari ini (Kamis, 7 Februari 2013), Chief Executive Officer (CEO) PT Citilink Indonesia, Arif Wibowo, mengumumkan prosedur konversi tiket Citilink oleh penumpang eks Batavia Air.
“Kami berharap melalui mekanisme yang dilakukan oleh Citilink dapat mengakomodasi seluruh calon penumpang untuk berwisata, menjumpai sanak-saudara sampai dengan melakukan aktifitas business di tempat tujuan dengan nyaman,” ujar Arif Wibowo.
Prosedur dan ketentuan ‘transfer’ penumpang eks Batavia Air ke penerbangan Citilink adalah sebagai berikut:
1. Penumpang ex Batavia yang ingin terbang dengan Citilink harus melakukan re-booking (penukaran tiket Batavia Air ke Citilink) mulai tanggal 8 Februari 2013 hingga 28 Februari 2013.
2. Penerbangan hanya disediakan untuk keberangkatan (date of travel) sampai dengan 30 April 2013.
3. Penumpang eks Batavia Air yang keberangkatannya (date of travel) di atas 30 April 2013 dapat melakukan re-booking untuk penerbangan Citilink dengan keberangkatan sebelum 30 April 2013.
4. Terhitung mulai tanggal 11 Februari 2013, Citilink mulai melayani penerbangan ke rute tujuan yang sebelumnya telah dilayani oleh Citilink, hanya bagi penumpang eks Batavia Air yang telah melakukan re-booking.
5. Mekanisme re-booking hanya dapat dilakukan di :
  • Sales Office Citilink Jakarta, Jalan Gunung Sahari Raya No. 52
  • Sales Office Citilink Surabaya, Juanda Business Center, Jl. Raya Juanda No.1 Blok C2
Khusus untuk penerbangan dari Lombok, Denpasar, dan Ujung Pandang, re-booking hanya bisa dilakuan di Sales Office Citilink di masing-masing bandara.
- Proses re-booking hanya dapat di lakukan pada hari kerja, Senin – Jumat pukul 08.00 – 17.00 waktu setempat.
- Proses re-booking hanya dapat di lakukan di kota keberangkatan (misalnya untuk tiket tujuan Jakarta – Batam, hanya dapat melakukan re-booking di kantor penjualan Jakarta, yaitu di Sales Office Citilink di Jalan Gunung Sahari Raya No. 52)
6. Dokumen yang harus dibawa saat pengurusan re-booking :
- Tiket Batavia Air resmi (Citilink akan melakukan validasi atas keabsahan tiket tersebut, dan menukar tiket Batavia Air dengan Citilink apabila re-booking penerbangan Citilink telah dilakukan)
- Identitas resmi asli dan kopinya, seperti KTP, SIM, atau Paspor.
7. Penumpang harus datang sendiri dan tidak dapat diwakilkan oleh travel agent atau pihak manapun. Apabila 1 kode booking terdapat lebih dari 1 penumpang, maka 1 kode booking tersebut dapat diwakilkan oleh 1 penumpang, dimana  tetap harus membawa identitas resmi (KTP, SIM, atau Paspor) penumpang lainnya (asli dan copynya)
8. Bagasi cuma-cuma 20 kg diberikan kepada setiap penumpang/orang sesuai dengan ketentuan Citilink. Kelebihan bagasi akan dikenakan biaya sesuai tarif yang berlaku.
9. Penumpang eks Batavia Air diwajibkan membayar IWJR (Iuran Wajib Asuransi Jasa Raharja) sebesar Rp 5.000 per orang untuk setiap penerbangan.
Arif juga mengemukakan di masa datang Citilink akan terus melakukan penambahan frekuensi dan rute untuk mengakomodasi tingginya pengguna transportasi udara. ‘’Kami bekerja keras untuk memenuhi komitmen sebagai airline pilihan konsumen transportasi udara yang tumbuh pesat di negeri ini, terutama bagi mereka yang memilih menggunakan LCC,’’ tegasnya.
Sebagai bukti keberhasilan dalam komitmennya meningkatkan pelayanan pada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan antara lain oleh Indonesia Travel and Tourism Foundation untuk kategori Leading Low Cost Airline 2011/2012, kategori Best Overall Marketing Campaign di The Budgies and Travel Awards 2012, penghargan Service To Care Award 2012 untuk Airlines category dari Markplus Insight dan yang terbaru yaitu Indonesia Leading Low Cost Airlines 2012/2013 dari ITTA Foundation serta Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik oleh Adikarya Wisata Award 2012.
Tentang Citilink
Citilink adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan jasa penerbangan berbiaya murah (LCC). Citilink melayani penerbangan dengan sistem dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah. Berbasis di Jakarta dan Surabaya, di Januari 2013 Citilink melayani 110 frekuensi harian dari Jakarta dan Surabaya ke Batam, Banjarmasin, Bandung, Denpasar, Balikpapan, Solo, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Ujung Pandang, Padang, dan Lombok. Untuk informasi lebih lanjut tentang Citilink dapat mengunjungi: www.citilink.co.id, halaman fanpage di Facebook (Citilink) dan di Twitter (@citilink).

Trayek DAMRI Bandara Soekarna Hatta

Kamis, 27 Desember 2012

Bolak-balik bandara tentu menguras kocek juga. Nah, biar hemat, saya coba menyarankan Anda yang biasa ke Bandara untuk mengambil jasa angkutan umum Damri. Naik Damri memang asyik, murah meriah dan nyaman. Selain membantu program pemerintah dalam mengurangi kemacetan ibukota, Damri haltenya jelas, luas, ada tempat duduk dan ber-AC. Ketika bus yang kita nantikan jurusannya terparkir di depan halte, petugas Damri akan memanggil calon penumpangnya. ”Jurusan Blok M, silahkan naik,” begitu kira-kira himbauan petugas Damri.

Letak halte bus Damri cukup strategis dan dekat dengan pintu kedatangan di tiap terminal. Kita cukup menyeberangi satu jalan dari pintu keluar kedatangan untuk menemukan haltenya. Ada di tiap terminal bandara. Petugas Damri juga cekatan, baik, dan sepengamatan saya malah melindungi konsumen atau calon konsumennya.

Bus Damri juga ada AC-nya. Tempat meletakkan barang juga tersedia cukup luas. Belum lagi bisa ditaruh barang juga di bagasi bagian bawah bus. Supirnya tidak terlalu ngebut. Tidak juga pelan. Ini transportasi paling nyaman, dan aman. Kita bersama orang banyak, dan ga mungkin disasar-sasarkan secara sengaja.



Bus Damri di Bandara: Aman & Nyaman
Biaya naik Bus Damri juga murah. Saat ini masih Rp 25.000 per sekali jalan. Bandingkan jika kita naik taksi. Contoh di Kebon Jeruk, naik Blue Bird bisa kena Rp 90.000-an (sudah termasuk tol). Itu pun sudah lewat Tol Lingkar Luar Barat yang lebih singkat jaraknya. Kalau lihat rute biasa Tol Dalam Kota (lewat Taman Anggrek), bisa menembus Rp 100.000. Nah, masih lebih hemat Damri, bukan? Rp 20.000 vs Rp 100.000.
Nah, Anda bandingkan saja dengan jarak rumah Anda ke Bandara. Cukup hematkah dengan taksi? Kalau kita lebih dari 1 orang yang berangkat ke bandara, bolehlah bisa lebih hemat naik taksi. Bisa lebih efisien juga. Dan kalau kita sedang terkena jurus ”telat”, barulah pakai taksi sebagai senjata pamungkas.
Namun, jangan sembarangan pilih taksi. Salah pilih, bisa makan hati. Mulai dari yang taksinya bau rokok, sampai supirnya yang ugal-ugalan. Pilih yang sudah pasti ternama, dan catat nama pengemudi serta nomor pintunya. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada barang ketinggalan, bisa dilacak dengan cepat.
Nah, untuk memudahkan Anda mencari Bus Damri, berikut saya berikan alamat counter Damri di Jabodetabek dan sekitarnya, berikut nomor telponnya. Siapa tahu Anda ingin cari informasi apakah bus Damrinya masih tersedia atau sudah habis, bisa ditanyakan di nomor telpon tersebut. Nomor tlp ini aku ambil dari karcis resmi Damri. Jadi, mudah-mudahan bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Semoga ada manfaat.

TEMPAT KEBERANGKATAN BUS DAMRI DARI DAN KE BANDARA SOETTA
(Source: penyempurnaan dari website Damri http://www.damri.co.id/park-blog/18-trayek-tarif-damri-bandara-soekarno-hatta.html & http://bayni.blogspot.com)

Sekalian juga saya sertakan lokasi terminal tiap airline. Biar ketika sampai di bandara, langsung sudah tahu mau turun di terminal berapa dan tidak sampai salah alamat. Mudah-mudahan belum berubah nomor tlpnya. Kalau ada yang kurang update, sila kirim revisinya di blog ini ya. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
INFORMASI PENERBANGAN
No

Maskapai Penerbangan
Lokasi Pemberangkatan
No Telpon
1
Lion Air
Terminal 1A / 1B
021 – 5500839
2
Wings Air
Terminal 1A
021 – 5594420
3
Sriwijaya Air
Terminal 1B
021 – 6405566
4
Batavia Air
Terminal 1C
021 – 38999888
5
Citilink
Terminal 1C
021 – 23500109
6
Garuda
Terminal 2F
021 – 23519999
7
Merpati
Terminal 2F
021 – 5507395
8
Air Asia
Terminal 3 (International)
021 – 80899099
9
Air Asia
Terimnal 3 (Domestik)
021 – 80899099
(Source: Tiket Resmi Bus Damri)

          KANTOR PUSAT PERUM DAMRI                
           
                            Jl. Matraman Raya No. 25  Jakarta Timur 13140
            Telp. (021) 8583131 (Hunting) Fax. (021) 8504876

Kantor Strategic Busines Unit (SBU)
Strategic Busines Unit : Operator Transjakarta Busway koridor XI  
Alamat Kantor : Jl. Dr KRT Radjiman Widyodiningrat No. XX Pupar Cakung Jakarta Timur 13920 
Telpon : (021) 46831017

Cara Pesawat Terbang Menghentikan Kecepatannya

Rabu, 05 Desember 2012

Sudah pada pernah naik pesawat terbang kan? Maskapai penerbangan merupakan salah satu transportasi yang populer di indonesia. Tapi pernah gak Anda bertanya dalam diri sendiri, di saat pesawat landing (mendarat) bagaimana dengan kecepatan setinggi itu bisa mengurangi kecepatan dalam waktu beberapa detik saja?
Selain tuntutan dari landasan pacu yang panjangnya cuma beberapa kilometer saja, kalo gak ngerem nanti keterusan lagi di jalan raya.. 
Ada beberapa proses pengereman/pengurangan laju pesawat yang mungkin pernah anda perhatikan ketika duduk di dekat jendela
1. FLAP



Flap terdapat pada bagian belakang sayap. Flap tidak hanya digunakan pada saat pesawat lepas landas. Pada saat landing, flap juga berfungsi sebagai "Airbrake" atau rem angin dalam laju pesawat setelah landing. Flap terdiri dari beberapa level yaitu, flap 1 sampai 40 (pada boeing 737). Umumnya pada saat landing flap dikeluarkan secara penuh (flap 40 pada boeing 737) tidak seperti pada saat lepas landas (yang hanya memakai flap 5).

2. AIR BRAKE SPOILER



Nah, yang satu ini dikhususkan sebagai airbrake/rem angin pada pesawat. Fungsinya sebagai penghambat laju angin dan memberikan gesekan pada sayap pesawat sehingga gaya laju angin pada pesawat terhambat oleh spoiler pada pesawat itu sendiri. Letak airbrake spoiler ini di atas flap pada sayap pesawat.

3. REVERSE THRUST
Bisa dikatakan dari semua faktor pengereman, inilah yang paling penting. "Dorongan balik" jet pada kedua sayap pesawat mendorong berlawanan dengan arah laju pesawat. Apakah putaran mesin jet yang berubah arah? Tentu tidak mungkin jet yang sedang memutar cepat dapat berganti arah berlawanan. Lalu bagaimana jet yang menyemburkan dorongan ke belakang pesawat lalu seketika dapat berubah menjadi semburan ke depan yang berlawan dengan arah laju pesawat?

Disinilah menariknya, pada kedua jet terdapat katup-katup otomatis yang akan terbuka jika pesawat akan melakukan dorongan balik berlawanan dengan lajunya. Katup ini menghalangi udara yang disemburkan baling-baling pesawat untuk memantulkan udaranya ke depan (dari yang seharusnya ke belakang jika tanpa katup). Dengan kata lain, jet menutup saluran semburan ke belakang pesawat sehingga pesawat mendapat dorongan yang berlawanan dengan arah lajunya.

4. WHEEL BRAKE



Ini yang terakhir. Setelah kecepatan mulai stabil, baru deh pilot menggunakan rem pada roda pesawat. Sistem yang dipakai rem adalah rem cakram. Rem roda juga berfungsi sebagai parking brake pada saat pesawat sedang parkir.

Tanpa Flap, Airbrake Spoiler, dan Reverse Thrust, rem roda tidak dapat menghentikan laju pesawat yang baru landing. Karena kecepatan pesawat setelah landing dapat mencapai 270 knots atau 500 km/jam! Tidak bisa dibayangkan jika pesawat hanya mempunyai rem roda.. 

Ini dia cuplikan di mana rem roda pesawat airbus A380-800 sedang di test:


Air Force One, Pesawat Komando yang Misterius

Selasa, 27 November 2012

Selain merupakan pesawat kepresidenan, Air Force One bisa pula difungsikan sebagai pesawat komando sekaligus bunker terbang. Hingga kini tak seorang pun pejabat AS mengetahui detail persis bagian-bagian dalamnya. Pesawat ini mampu bertahan dari serangan rudal dan terjangan pulsa elektromagnet nuklir.

Demo antiBush yang sangat "meriah" dan adanya kabar bahwa salah satu mesin pesawat Air Force One rusak ternyata tak mengurungkan niat Presiden AS George W. Bush untuk berkunjung ke Indonesia, pada Senin sore, 20 November. Rombongan disambut meriah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meski untuk hari itu Bogor - tuan rumah yang sehari-hari dikenal dengan kota wisata - berubah mencekam karena harus menyesuaikan diri dengan gaya maximum security yang biasa menyertai Bush kemana pun pergi.

Secret Service (SS) - pasukan pengawal kepresidenan AS, telah dengan sengaja menciptakan kondisi seperti itu. Seperti diungkap sebuah situs internet internasional, pengamanan terhadap Presiden Bush dipertinggi terutama setelah AS getol memerangi teroris pasca Peristiwa 11 September. Karena musuh sudah semakin banyak, SS bisa dikatakan tak lagi percaya dengan segala bentuk sistem pengamanan yang diselenggarakan pihak luar.

"Dengan demikian, Air Force One memang tak lagi sekadar pesawat jet eksekutif kepresidenan. Pesawat ini telah meningkat statusnya menjadi bunker bergerak yang selalu mencurigai bahwa setiap tempat yang akan disinggahi adalah tempat yang tak aman dan amat rawan serangan," tulis situs tersebut.

Untuk itu jangan heran jika iring-iringan pesawat, helikopter, dan kendaraan pengangkut Presiden AS juga telah diatur sedemikian rupa agar setiap calon pembunuhnya - termasuk para wartawan yang memburunya -- terkecoh. Air Force One, misalnya, tak dibiarkan berkunjung ke sebuah negara sendirian. Ia selalu didampingi sebuah lagi pesawat yang memiliki ujud serupa. Ketika mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Angkasa mengidentifikasi pesawat pengecoh ini berasal dari jenis Boeing B757 yang telah dimodifikasi.

Atas nama pengamanan pula, perjalanan Bush dari Halim Perdanakusuma ke Bogor tak cukup hanya dikawal empat heli Marinir AS CH-46E Sea Knight. Heli VH-60E Whitehawk "Marine One" yang mengangkutnya juga terbang berdampingan dengan heli serupa sebagai decoy. Sebagai puncaknya, dalam perjalanan dari helipad di Gedung Olahraga Pajajaran ke Istana Bogor, SS lagi-lagi telah menempatkan Bush pada mobil yang lain dari biasanya. Ia tidak menumpang limousine Cadillac DTS, melainkan dengan SUV Cadillac Escalade Lincon.

Nah -- ini Berandai-andai saja -- bagaimana kalau serangan terhadap dirinya terjadi juga? Untuk skenario terburuk, SS akan langsung mengevakuasi Bush dan istrinya dengan Helikopter ke pangkalan udara bergerak terdekat milik AS. Ketika berkunjung ke Bogor, pangkalan berupa kapal induk USS Essex itu berada di perairan sebelah utara Jakarta. Di kapal induk kecil ini, pasukan AS akan segera melindungi kepala negaranya dan bersiap diri melakukan serangan balasan sesuai tingkat serangan yang mengancam.
USS Essex, sejatinya, adalah kapal serbu amfibi. Di kapal ini mukim puluhan helikopter CH-46 Sea Knight, satu skadron tempur AV-8B Harrier, dan satu skadron heli antikapal selam. Kapal ini juga membawa tiga hovercraft Air Cushion Landing Craft. Lebih lanjut, perjalanannya ke Indonesia dipantau langsung oleh Armada ke-7 AL AS yang bermarkas di Hawaii. Dengan demikian, Anda tahu sendiri, apa yang akan terjadi jika dalam perjalanannya ke Bogor, Bush "diganggu".

Pengganti Ruang Oval
Di antara jajaran alat transpor kepresidenan, Air Force One sendiri bisa dibilang sebagai moda transportasi paling megah, secure, dan canggih. Pesawat ini adalah ujung tombak simbol kedigdayaan AS di udara, yang mana dengannya Presiden AS dan segenap stafnya masih bisa menjalankan tugas sehari-hari. Berbagai piranti di dalamnya bahkan memungkinkan mereka mengendalikan pemerintahan dalam keadaan dunia tengah diguncang perang nuklir.

Tugas keseharian yang biasa dilakukan di Ruang Oval, Gedung Putih, dikerjakan di Ruang Utama Presidential Suite. Ruangan ini terletak di bagian depan pesawat. Di belakang ruangan ini, ada ruangan yang lebih besar dimana Presiden AS dan para stafnya bisa melakukan rapat. Yang mengagumkan, di pesawat ini, Gedung Putih juga memperkenankan setiap staf senior presiden memiliki ruang kerja sendiri-sendiri.

Nah, laiknya kantor kepresidenan, fasilitas kerjanya pun telah disesuaikan dengan bobot dan skala kepentingan para pejabat yang berada di dalamnya. Untuk itu, Air Force One telah dilengkapi 85 saluran sambungan telepon, radio dua-arah, mesin faksimili, dan jaringan komputer. Sistem telepon yang antisadap dan antijamming, telah diset untuk berhubungan langsung dengan jaringan terestrial. Dengan sistem telekomunikasi yang terhubung satelit ini, presiden dan staf bisa mengontak semua orang di segala penjuru dunia meski pesawat sedang mengawang-awang di ketinggian puluhan ribu kaki.

Untuk mengetahui perkembangan terkini, Air Force One juga telah dipasangi 19 televisi yang bisa menyiarkan hampir semua kanal televisi dunia. Boleh jadi karena begitu komplitnya peralatan elektronik yang terpasang, sebagian dari berat pesawat adalah berupa kabel. Jeroan pesawat ini terlilit kabel sepanjang 238 mil, duakali lebih panjang dari kabel yang melilit B747-200 - Anjungan standar Air Force One. Begitu pun kabel sepanjang itu bukanlah kabel biasa. Kabel ini telah diberi pelapis khusus sehingga aman dari serangan pulsa elektromagnet (EMP/Electro Magnet Pulse) dan gelombang kejut yang dipancarkan ledakan nuklir.

Selain itu, di dalamnya juga masih ada ruangan lain yang disediakan khusus untuk para wartawan kepresidenan. Namun, mungkin demi menghindari penyusupan, kelompok yang terakhir ini belakangan sering diterbangkan terpisah. Ketika ke Indonesia kemarin, misalnya, rombongan wartawan asal AS diterbangkan khusus dengan pesawat B747-400 United Airlines. Singkat kata, Air Force One bisa menjadi tempat kerja yang layak bagi 70 pejabat negara berikut ke-26 Awak pesawatnya.

Air Force One, pada dasarnya adalah pesawat tiga tingkat B747-200B yang telah dimodifikasi dengan ruangan seluas total 4.000 kaki persegi. Ruang kerja presiden dan stafnya mendominasi dek tingkat dua. Dek tingkat pertama atau bagian bawah pesawat menjadi ruang kargo dan bagasi. Sementara dek tingkat ketiga atau bagian paling atas, hanya dikhususkan untuk kokpit, lounge, dan ruang komunikasi. (Selengkapnya, lihat denah pesawat)

Pesawat komando
B747-200 yang menjadi dasar anjungan Air Force One tak lain adalah satu dari empat seri B747 rancangan Boeing yang berhasil dipasarkan secara luas ke berbagai negara. Jika serial pertama, yakni B747-100, diluncurkan pertama kali pada 1969, kemunculan seri-200 hanya terpaut setahun setelah itu. Dimensi keduanya tak beda, kecuali bahwa seri-200 memiliki berat maksimum tinggal landas yang lebih besar karena mesin, kerangka, dan roda pendarat yang lebih kuat.

Anda mungkin akan bertanya, mengapa kantor kepresidenan AS tak memilih B747-400 yang sudah jauh lebih canggih? Sekadar catatan saja, B747-400 memiliki badan lebih panjang, kokpit serba digital (fully glass-cockpit), dan mampu menjangkau jarak 3.000 km lebih jauh dari B747-100 yang "hanya" 10.500 km. Toh, B747-400 sudah terbang dua tahun sebelum B747-200B mulai bertugas (pada 1990). Bukankah masih ada cukup waktu untuk mengalihkannya ke seri yang terbaru itu?

Jujur saja, tak ada jawaban memuaskan untuk pertanyaan tersebut Namun, dari buku Modern Military Aircraft (2004) dapat dirunut kisah bahwa pilihan itu boleh jadi terkait dengan proyek pembuatan pesawat komando terbang AS yang sudah terlanjur dikerjakan AU AS pada awal dekade 1970-an. Kala itu mereka sudah kepalang membeli empat B747-200B untuk direkonstruksi ulang menjadi pesawat komando Darurat yang telah dirancang khusus untuk kondisi dunia terlanda perang nuklir. Ujud akhir dari proyek ini adalah pesawat fully-electronic E-4A dan E-4B -

Air Force One.

-
Air Force One adalah tanda panggil (nama) pengatur lalu-lintas udara bagi pesawat United States Air Force manapun yang mengangkut Presiden Amerika Serikat.

Sejak tahun 1990, armada kepresidenan terdiri atas dua pesawat serial Boeing 747-200B terspesifikasi tinggi – kode ekor "28000" dan "29000" – dengan penunjukan "VC-25A".

Hanya ada satu Air Force One yang diperuntukkan bagi presiden; jika WaPres terbang pesawat ini disebut sebagai Air Force Two. Kalau tidak maka akan dipanggil dengan nomornya, seperti pesawat lain.

Salah satu episode paling dramatis atas Air Force One terjadi saat serangan 11 September 2001, saat Presiden George W. Bush terbang dari Bandar Udara Internasional Sarasota-Brandenton ke Pangkalan Angkatan Udara Barksdale dengan pesawat ini dan lalu ke Pangkalan Angkatan Udara Offutt sebelum ke Washington DC setelah menerima kabar buruk itu.air force one dilengkapi senjata-senjata canggih seperti;Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB) yang lebih baru meriam otomatis M61A2 Vulcan 20 mm yang tersimpan di bagian kanan pesawat, meriam ini membawa 480 butir peluru, dan akan habis bila ditembakkan secara terus-menerus,pesawat ini juga memiliki anti rudal dan tidak dapat hancur jika ditembak. Selain penyimpanan internal, pesawat ini juga dapat membawa persenjataan pada empat titik eksternal .
Dikutip dari : Wikipedia

Penerbangan

Angkutan Bandara

Info Tiket Promo

Dapatkan Tiket Promo dengan cara menghubungi kami : 0812 142 7293 pada jam 11 malam melalui SMS. Cantumkan Nama sesuai KTP tanggal keberangkatan kota asal dan tujuan.

Sejarah Penerbangan

Jadwal Penerbangan

Klik di sini untuk mendapatkan jadwal penerbangan terbaru dan terlengkap : angkasapura2

Airport Tax

Jakarta = Bandara Soekarno-Hatta Rp. 40.000 domestik Rp. 150.000 internasional Jakarta = Halim Perdanakusumah Rp. 30.000 domestik Rp. 80.000 internasional Bandung = Bandara Husein Sastranegara Rp. 25.000 domestik Rp. 75.000 internasional Surabaya = Bandara Juanda Rp. 30.000 domestik Rp. 150.000 internasional selengkapnya
 

© Copyright Tiket Online 2010 -2011 | Design by Samsir Adrian | Published by Cekonecektwo | Powered by Didacticos.